Home » » Begini Cara Mudah Mengurus Sertifikat Tanah

Begini Cara Mudah Mengurus Sertifikat Tanah

Sebuah sertifikat memang sangat penting ya, baik itu untuk tanah maupun rumah. Sertifikat merupakan bentuk kelegalan atau bukti atas kepemilikan tanah atau rumah tersebut. Karena itu, penting sekali bagi Anda untuk membuatkan sertifikat pada tanah yang Anda miliki supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Begini Cara Mudah Mengurus Sertifikat Tanah

Mengurus sertifikat tanah sebenarnya tidak ribet jika Anda mau meluangkan waktu barang sehari saja. Apa lagi, kini Badan Pertanahan Nasional sudah memiliki aplikasi online yang semakin memudahkan Anda dalam mengurus sertifikat atau hal-hal lain yang berhubungan dengan itu.

Nah, bagaimana cara mengurus sertifikat dengan mudah? Yuk, simak ulasan berikut sampai selesai!

Syarat Pembuatan Sertifikat
Dirangkum dari Detik.com, sebelum mengajukan permohonan untuk membuat sertifikat, ada syarat-syarat yang harus dipenuhi dulu bagi Anda. Syarat tersebut adalah dokumen yang termasuk dalam syarat kelengkapan yang diperlukan. Adapun dokumen yang dimaksud, di antaranya adalah fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) milik pemohon yang sudah dilegalisir oleh pejabat yang berwenang.

Kemudian, syarat dokumen lain untuk membuat sertfikat tanah adalah fotokopi bukti pembayaran PBB di tahun terakhir. Berikutnya, Kartu Keluarga pemohon, fotokopi NPWP, kartu Izin Mendirikan Bangunan (IMB), akta jual beli, pajak penghasilan, serta bukti telah lunas pembayaran bea perolehan hak atas tanah dan bangunan.

Untuk pembuatan sertifikat yang bersifat girik, ada tambahan kelengkapan lain yang perlu dilampirkan. Kelengkapan tersebut, seperti surat riwayat tanah, leter C atau girik, dan surat pernyataan tidak ada sengketa yang berkaitan dengan hal tersebut. Itu dia beberapa kelengkapan dokumen yang harus Anda siapkan dalam pengajuan atau pembuatan sertifikat.

Proses Pembuatan Sertifikat
Sebenarnya, proses pembuatan sertifikat tanah ini bisa dilakukan oleh Anda sendiri atau secara mandiri, atau bisa juga dengan bantuan pejabat pembuat akta tanah (PPAT), juga notaris. Jika ingin mengajukan pembuatan sertifikat secara mandiri, maka ada tiga tahapannya.

Yang pertama, Anda harus mendatangi kantor Badan Pertanahan Nasional yang ada di daerah Anda. Pertama kali, Anda harus mendatangi loket pelayanan dan jangan lupa menyertakan dokumen pelengkap yang sudah Anda siapkan sebelumnya tadi. Kemudian, Anda akan diminta untuk mengisi formulir, serta membayar biaya pengukuran dan pemeriksaan tanah yang akan dibuat sertifikatnya.

Kedua, petugas dari BPN tersebut akan melakukan pengukuran tanah milik Anda itu. Hal ini dilakukan setelah permohonan Anda diterima. Anda sebagai pemohon juga tentunya harus hadir saat dilakukan proses pengukuran ini supaya tidak ada kesalahan paham yang terjadi. Hasil dari pengukuran tanah ini akan berlanjut pada pembuatan surat keputusan dari BPN pusat terkait pembuatan sertifikat tanah yang Anda ajukan itu.

Langkah ketiga adalah Anda harus membayar pendaftaran SK hak. Nah, setelah selesai proses pembayaran ini atau telah Anda lunasi, maka Anda tinggal menunggu sertifikat Anda selesai dibuat. Anda pun akan segera mendapatkan sertifikat tersebut. Bagaimana, tidak ribet bukan, mengurus sertifikat secara mandiri?

Dengan Bantuan PPAT
Jika Anda adalah orang yang sibuk atau tidak mau melakukan pembuatan sertifikat tanah ini secara mandiri, maka tidak ada salahnya jika Anda meminta bantuan PPAT dalam hal ini. Setelah menerima berkas kelengkapan dan disampaikan ke kantor BPN, maka tanda bukti penerimaan permohonan Anda tersebut nantinya akan diserahkan ke PPAT. Kemudian, PPAT akan memberikan bukti penerimaan ini kepada pembeli.

Selanjutnya, nama pemegang hak lama atau penjual di dalam sertifikat atau buku tanah tersebut akan dicoret menggunakan tinta hitam atau diparaf oleh kepala kantor pertanahan. Kemudian, nama pemegang sertifikat yang baru akan ditulis pada kolom dan halaman yang ada pada sertifikat dan buku tanah tersebut.

Pejabat yang berwenang atau kepala kantor pertanahan selanjutnya akan memberikan tanda tangan di bagian tersebut dan selanjutnya membubuhi dengan tanggal. Kira-kira, dalam kurun waktu kurang lebih 14 hari, pembeli sudah bisa mengambil sertifikat tanah yang baru dari kantor pertanahan setempat.  Dengan hal itu, artinya pembeli sudah sah memiliki lahan dan tanah tersebut secara hukum.

Lama Waktu Pembuatan Sertifikat
Untuk waktu membuat sertifikat tanah itu beragam, hal ini menyesuaikan dengan luas dan peruntukan dari tanah tersebut. Misalnya, untuk tanah pertanian yang luasnya 2 hektar atau tanah non pertanian seluas 2.000 meter persegi bisa memakan waktu pembuatan sampai dengan 38 hari lamanya.

Untuk tanah pertanian yang luasnya lebih dari 2 hektar sedang tanah non pertanian dari 2.000-5.000 meter persegi, waktu untuk pembuatan sertifikat tersebut kira-kira antara 57 hari. Sedangkan untuk tanah non pertanian yang luasnya lebih dari 5.000 meter persegi membutuhkan waktu pembuatan sertifikat antara 97 hari.

Itu dia ulasan seputar pembuatan sertifikat tanah. Adapun keuntungan memiliki sertifikat, utamanya sertifikat hak milik ini banyak sekali manfaatnya bagi Anda. Pertama, dengan sertifikat tersebut berarti Anda telah mengesahkan kepemilikan hak atas tanah itu. Hal tersebut tentu akan membantu banyak bagi Anda dan lebih memudahkan urusan pertanahan tersebut.

Kedua, sertifikat bisa menjadi aset yang menguntungkan bagi Anda. Anda bisa menggunakannya sebagai agunan yang bisa berfungsi untuk pinjaman modal di bank, misalnya. Jika Anda ingin menjual tanah tersebut, prosesnya juga menjadi mudah dan tidak berbelit-belit.

Ketiga, Anda jadi lebih leluasa terhadap tanah tersebut karena sudah resmi menjadi milik Anda secara hukum. Tidak ada yang bisa mengganggu Anda ataupun apa yang Anda upayakan pada tanah itu.
Jadi bagaimana, yuk segera buat sertifikat tanah Anda supaya Anda lebih lega. Semoga bermanfaat!
Thanks for reading Begini Cara Mudah Mengurus Sertifikat Tanah

« Previous
« Prev Post
Next »
Next Post »

0 komentar:

Posting Komentar